11.45
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Dibalik ode manis yang dinadakan
Ada getir balada pahit yang terselubung
Pengharapan dari tabula akan persepsi kebahagiaan
Tanpa kau sadari terinfiltrat papula yang menyelipkan kesedihan
22.09
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Tatap mataku, takkan ada kesedihan yang terpancar
Dengar suaraku, takkan ada jeritan yang terdengung
Sentuh hatiku, takkan ada pilu yang terasakan
Karena ada dirimu bersamaku
04.35
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Merana dirona.
Membara sang dara.
Menghangus hunus hingga mampus.
Teriak riak hingga tersentak.
Gelombang mengambang.
Tat kala berkala sampai mengalah.
Miringkan piring.
Bergoyang dayang entah melayang.
Di bagian sekian ada bunyian.
Beranak bersanak nan koyak.
Jangan dengan angan
Hingga tangga mampu berbangga.
14.17
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Don't think I'd remember.
I was fuck it all, fuck all night w/ you.
Angle and angel, can see us.
We both em' all we do now.
I'd rather like it.
You lose control.
Untill the dark.
You lose the faith.
fuckin' em'.
Fuck, fuck, fucked.
Horn, horn, horny.
I'd like to fuck, we're screaming to your face!
21.27
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Saat itu, walau samar tetapi aku ingat dengan perhatianmu
Kala itu, walau buram tetapi terkenang akan kesempatan yang kau buka
Malam itu, walau hanya terngiang tetapi malam indah saat berbalas pesan denganmu
Siang itu, walau hanya kan terkenang tetapi kan jadi siang nan indah saat kita bicara bersama
Tetapi...
Saat ini, dengan jelas aku rasa acuhanmu
Kala ini, dengan rekaman ingatan aku pikirkan kau seolah menutup pintu
Malam ini, kan jadi malam buruk saat kau hiraukan pesanku
Siang ini, lewat secercah memori diotakkan jadi siang buruk saat kau seolah menghindariku
Apa yang terjadi pada dirimu?
Apa yang sebenarnya yang kau inginkan?
Aku manusia yang butuh kepastian
Just say "NO" if it is "NO"
Just say "YES" if it is "YES"
Jangan bersikap "aneh" padaku...
21.20
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Ketika hati telah mengkuti jejak langkahmu
Dikala rasa sudah terpaut oleh jaringmu
Sesaat setelah harapan terbuka
Diwaktu dimana berbunga rasa didada
Apakah harus mundur karena fakta yang ada terbalik?
Inginkah kau aku untuk menjauh?
Apa aku tak seekspetasimu terhadap seseorang?
Apa aku benar-benar orang lemah dan gagal?
Pikir, tindak, tingkah dan laku bisa berkata iya akan pintamu
Tetapi rasa, hati dan emosi takkan bisa menerima
Hal tersulit saat ini aku rasakan
Akan sia-sia jika kau meminta...
--aku tuk menjauh--
10.22
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Lama rasa ini tak muncul lagi.
Seolah beku karna tak tersentuh lagi.
Bagaikan dipanaskan rasa ini.
Muncul percikan api yang siap membara didada ini.
Hal yang sama telah terpendam.
Sesuatu yang sulit diungkapkan.
Serasa gemetar untuk mengucapkan.
Dilanda gugup saat mendekat.
Engkau yang membangunkan jiwa ini.
Serasa burung lepas dari sangkarnya.
Berasa napi bebas dari penjara.
Terasa ayah melihat lahir anaknya.
Oh cinta, mendekatlah padaku.
Berikan daku kesempatan itu.
Takkan menyesal kau bersamaku.
Menjalani kisah cinta yang "syahdu".
10.17
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Flat is never be better than complicated.
Kiasan itu sangat tepat buat kehidupan.
Sayur tanpa garam, taman tanpa bunga.
Apalah arti mereka.
Yang kusadari dari hal itu adalah perbedaan.
Setiap makhluk tuhan itu berbeda.
Satu orang dengan orang lainnya berbeda.
Apa yang disatu orang benar, belum tentu benar untuk orang lainnnya.
Hal yang salah terlalu lama dipertahankan.
Konsep pemikiran universal yang tak dibutuhkan.
Setiap individu berbeda pendekatan.
Hal itulah yang seharusnya dilestarikan.
10.11
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Takkan kulupakan masa-masa indah saat didekatmu, walaupun kau tak menganggap kedekatan ini.
Takkan bisa terlupakan memori indah disaat api asmara membara, walaupun api ini menyala sendirian.
Takkan aku melupakan kenangan akan usahaku mendapatkanmu, walaupun kau tak pernah menilainya.
Kan ku ingat selalu kebaikanmu membuka pintu kesempatan untukku mendekatimu.
Kan selalu teringat senyum indahmu walau kau tak pernah melihat senyumku.
Kan ku kenang semua cerita indah ini walaupun tak pernah ada didalam cerita cintamu.
Cinta yang tak kesampaian, usaha yang sia-sia, kisah cinta "monyet" bertepuk sebelah tangan.
Merasa gagal mejadi seorang pria yang diharapkan dunia.
Malu untuk berjalan dengan tegap dihadapan dunia.
Serasa pecundang cinta yang tak bisa berbuat apa-apa.
Seharusnya aku sadar, aku bukanlah pasangan yang seimbang denganmu.
Seharusnya aku tahu, muka pas-pasan dengan dompet tipis dan kendaraan rentan mogok.
Seharusnya aku tak bermimpi, bagaikan punuk merindukan bulan.
Dan saharusnya aku tahu diri, bahwa cinta tak bisa memaksa.
Dan akhirnya, dengan pasrah dan lapang dada...
Berdiri tegak dan berjalan tegap untuk meninggalkanmu.
:'( => :)
14.55
|
By Primas Shahibba Ridhwana
Derap langkah terasa lelah
Peluh letih keringat darah
Air mata tergenang
Tangisan pecah membahana
Hidup sudah tak terarah
Tak tahu harus mencari apa
Mencari sebuah ketidakpastian
Atas jawaban tentang kehidupan
Terus melangkah walau langkah sudah goyah
Tergoyahkan karena gagal menjawab ekspetasi
Lika-liku hidup manusia adalah sebuah tanda tanya
Hanya sebuah tanda besar bertuliskan tanya
Takdir, begitulah para manusia putus asa menjawab
Orang-orang yang takut akan ajal
Mencari pegangan agar nyaman dalam menghadapi ajal
Sebuah takdir yang ditentukan oleh sang pencipta