Rasa yang "Bangkit"

Lama rasa ini tak muncul lagi.
Seolah beku karna tak tersentuh lagi.
Bagaikan dipanaskan rasa ini.
Muncul percikan api yang siap membara didada ini.

Hal yang sama telah terpendam.
Sesuatu yang sulit diungkapkan.
Serasa gemetar untuk mengucapkan.
Dilanda gugup saat mendekat.

Engkau yang membangunkan jiwa ini.
Serasa burung lepas dari sangkarnya.
Berasa napi bebas dari penjara.
Terasa ayah melihat lahir anaknya.

Oh cinta, mendekatlah padaku.
Berikan daku kesempatan itu.
Takkan menyesal kau bersamaku.
Menjalani kisah cinta yang "syahdu".
2 Responses
  1. Anonim Says:

    Salam Sejahtera

    Saudara Primas,

    puisinya bagus, mengandung banyak majas dan dominan puisi anda puisi gelap
    Lanjutkan!!!
    saya sebagai pengamat puisi mungkin akan mengontrak anda
    hub 081288698566

    terima kasih
    ditunggu kontaknya


  2. Anonim Says:

    Hubungi saya ya :)


    Total Tayangan Halaman

    .:. Abstrak Orak-Arik tentang Kumpulan Puisi di Gudang yang hampir di bakar karena tak layak di baca apalagi di kirim ke penerbit .:.

    Followers

    Labels