|
Lama rasa ini tak muncul lagi.
Seolah beku karna tak tersentuh lagi.
Bagaikan dipanaskan rasa ini.
Muncul percikan api yang siap membara didada ini.
Hal yang sama telah terpendam.
Sesuatu yang sulit diungkapkan.
Serasa gemetar untuk mengucapkan.
Dilanda gugup saat mendekat.
Engkau yang membangunkan jiwa ini.
Serasa burung lepas dari sangkarnya.
Berasa napi bebas dari penjara.
Terasa ayah melihat lahir anaknya.
Oh cinta, mendekatlah padaku.
Berikan daku kesempatan itu.
Takkan menyesal kau bersamaku.
Menjalani kisah cinta yang "syahdu".
Seolah beku karna tak tersentuh lagi.
Bagaikan dipanaskan rasa ini.
Muncul percikan api yang siap membara didada ini.
Hal yang sama telah terpendam.
Sesuatu yang sulit diungkapkan.
Serasa gemetar untuk mengucapkan.
Dilanda gugup saat mendekat.
Engkau yang membangunkan jiwa ini.
Serasa burung lepas dari sangkarnya.
Berasa napi bebas dari penjara.
Terasa ayah melihat lahir anaknya.
Oh cinta, mendekatlah padaku.
Berikan daku kesempatan itu.
Takkan menyesal kau bersamaku.
Menjalani kisah cinta yang "syahdu".
Salam Sejahtera
Saudara Primas,
puisinya bagus, mengandung banyak majas dan dominan puisi anda puisi gelap
Lanjutkan!!!
saya sebagai pengamat puisi mungkin akan mengontrak anda
hub 081288698566
terima kasih
ditunggu kontaknya
Hubungi saya ya :)