Anta Barantah

Kukecap rasa kecap, kok pahit
Kurasakan sambal cabai ekstra hot, jadi manis
Kuintip hawa terik surya, lebih dingin dari kutub utara
Kulihat langit, warna merah darah merona
Kuhirup udara, panas dan beruap
Kusentuh pasir, mencair bak air
Kuberpikir, otakku menjadi blank

Tanpa di sentuh dan hanya dipandang mata, daerah hanya putih-putih silau
Setelah ditapaki dengan kaki, barulah terlihat realitanya

Ku tercengang dan terheran
Jantung sempat berhenti 0,0001 detik
Nadi sempat menyempit 0,0001 mm
Hati sempat mngecil 0,0001 cm'

Dimanakah aku? semua tampak aneh
Ku tahu, ini bukan bumi-ku yang biasanya

Terngiang di pikiranku
Papan dengan luas 10.000 km'
Dengan teks tulisan "Dimanakah aku?"

Apakah aku berada ...
Diruang angkasa jagad raya
Dihati seorang manusia
Disurga milik Allah
Dineraka kaum kafir
Divirtualisasi komputer nan canggih
Didunia maya international network
Di purbakala zaman prasejarah
Dipertikaian konflik komunis-liberalis
Didunia kayangan mimpi para dewa
Atau di zona-X?

Tetapi adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku-ku
Berkehendak aku berada disini
Menikmati rasa beda daerah ini

Inilah...
Dunia anta barantah-ku
0 Responses

    Total Tayangan Halaman

    .:. Abstrak Orak-Arik tentang Kumpulan Puisi di Gudang yang hampir di bakar karena tak layak di baca apalagi di kirim ke penerbit .:.

    Followers

    Labels