Garuda Menjemputku


Aku berjalan dibawah terik matahari
Tidak ada yang mengenali diriku
Aku bukan siapa-siapa
Aku hanyalah seorang yang biasa

Kulihat kanan dan kiri
Berstereo ria mata memandang luas
Keramaian yang sibuk
Tanpa ada yang menatap mataku


Kumendengar perbincangan
Berstereo ria telinga mendengar luas
Keramaian yang sibuk

Tanpa ada yang mendengar ucapanku
Aku berharap dikenal
Meski aku tahu aku tidaklah terkenal
Mengapa mereka tidak tahu prestasiku?
Mengapa meraka tidak tahu yang elah kuperbuat?
Mengapa mereka tidak tahu aku telah mengaharumkan nama bangsa ini?

Aku berprestai, cerdas dan pemenang
Didunia internasional aku berbuat dan berhasil
Lewat otakku aku mengaharumkan bangsa ini
Tetapi belum juga terkenal

Mengapa aku tidak terkenal?
Padahal otakku brilian sekali
Aku tahu jawabannya
Bukan otak yang bisa berbicara
Tetapi hanya otot yang bisa terkenal
Beserta fisik rupawan yang bisa terkenal

Pemain sepakbola, bulutangkis, tenis
Dengan hanya otot mereka terkenal
Artis, selebritis, aktor, aktris
Dengan hanya fisik rupawan mereka terkenal

Dengarlah wahai garuda
Aku yang dengan otak mengharumkan bangsa ini
Lihatlah wahai garuda
Aku yang denga kecerdasan tetapi tidak terkenal

Aku terus berjalan
Tiba-tiba aku melayang bak terbang
Ada cakar dibahuku
Kulihat keatas, garuda mengenggamku

Garuda mendengar keluhanku
Garuda melihat keistimewaanku
Garuda telah sadar akan bakatku
Sekarang, garuda menjemputku
2 Responses


    Total Tayangan Halaman

    .:. Abstrak Orak-Arik tentang Kumpulan Puisi di Gudang yang hampir di bakar karena tak layak di baca apalagi di kirim ke penerbit .:.

    Followers

    Labels