Rasa yang "Bangkit"

Lama rasa ini tak muncul lagi.
Seolah beku karna tak tersentuh lagi.
Bagaikan dipanaskan rasa ini.
Muncul percikan api yang siap membara didada ini.

Hal yang sama telah terpendam.
Sesuatu yang sulit diungkapkan.
Serasa gemetar untuk mengucapkan.
Dilanda gugup saat mendekat.

Engkau yang membangunkan jiwa ini.
Serasa burung lepas dari sangkarnya.
Berasa napi bebas dari penjara.
Terasa ayah melihat lahir anaknya.

Oh cinta, mendekatlah padaku.
Berikan daku kesempatan itu.
Takkan menyesal kau bersamaku.
Menjalani kisah cinta yang "syahdu".

"Sebuah Konsep"

Flat is never be better than complicated.
Kiasan itu sangat tepat buat kehidupan.
Sayur tanpa garam, taman tanpa bunga.
Apalah arti mereka.

Yang kusadari dari hal itu adalah perbedaan.
Setiap makhluk tuhan itu berbeda.
Satu orang dengan orang lainnya berbeda.
Apa yang disatu orang benar, belum tentu benar untuk orang lainnnya.

Hal yang salah terlalu lama dipertahankan.
Konsep pemikiran universal yang tak dibutuhkan.
Setiap individu berbeda pendekatan.
Hal itulah yang seharusnya dilestarikan.

Alasan untuk Meninggalkanmu

Takkan kulupakan masa-masa indah saat didekatmu, walaupun kau tak menganggap kedekatan ini.
Takkan bisa terlupakan memori indah disaat api asmara membara, walaupun api ini menyala sendirian.
Takkan aku melupakan kenangan akan usahaku mendapatkanmu, walaupun kau tak pernah menilainya.

Kan ku ingat selalu kebaikanmu membuka pintu kesempatan untukku mendekatimu.
Kan selalu teringat senyum indahmu walau kau tak pernah melihat senyumku.
Kan ku kenang semua cerita indah ini walaupun tak pernah ada didalam cerita cintamu.

Cinta yang tak kesampaian, usaha yang sia-sia, kisah cinta "monyet" bertepuk sebelah tangan.
Merasa gagal mejadi seorang pria yang diharapkan dunia.
Malu untuk berjalan dengan tegap dihadapan dunia.
Serasa pecundang cinta yang tak bisa berbuat apa-apa.

Seharusnya aku sadar, aku bukanlah pasangan yang seimbang denganmu.
Seharusnya aku tahu, muka pas-pasan dengan dompet tipis dan kendaraan rentan mogok.
Seharusnya aku tak bermimpi, bagaikan punuk merindukan bulan.

Dan saharusnya aku tahu diri, bahwa cinta tak bisa memaksa.
Dan akhirnya, dengan pasrah dan lapang dada...
Berdiri tegak dan berjalan tegap untuk meninggalkanmu.

:'(  => :)

    Total Tayangan Halaman

    .:. Abstrak Orak-Arik tentang Kumpulan Puisi di Gudang yang hampir di bakar karena tak layak di baca apalagi di kirim ke penerbit .:.

    Followers

    Labels